FILM AYAT-AYAT CINTA PENUH PERBEDAAN

March 7, 2008 at 3:38 am 28 comments

ayat-ayat cintaFilm Ayat-Ayat Cinta yang tayang dibioskop ternyata bisa dibilang sangat berbeda dengan novel garapan Kang Abik. Banyak bagian terpenting di novel yang sebenarnya mengharukan justru dihilangkan atau diubah menjadi sangat berbeda. Nilai dakwah pun berkurang. Adapun bagian terpenting tersebut yaitu:

· Bagian dimana sang tokoh Fahri harus berjuang mondar-mandir, pergi kesana kemari di saat udara yang sangat panas, penuh dengan kesibukan, banyak jadwal yang harus diselesaikan termasuk memberi penjelasan kepada alicia (gadis dari amerika), hingga akhirnya ia jatuh sakit. Saat fahri harus dirawat di rumah sakit. Saat fahri terus membaca ayat-ayat suci dalam keadaan kritis. Dan saat fahri kaget dan agak marah saat yang menemaninya adalah Maria seorang diri.

· Bagian dimana sang tokoh Fahri diam-diam menyiapkan kado ulang tahun untuk madame Nahed dan Yousef. Kemudian madame nahed dan yousef begitu terharu menerima kejutan darinya.

· Bagian dimana Keluarga Maria mengajak Fahri dan sahabatnya pergi ke restaurant Cleopatra. Saat sahabat-sahabat fahri malu akan pakaian yang dikenakannya. Saat madame Nahed menyuruh Maria mengajak fahri berdansa dengannya namun ia menolaknya.

· Saat Fahri berada di kereta, dan ada seorang penjual mainan yang menawarkan dagangannya, serta mendoakan fahri agar mendapatkan Istri seperti bidadari. Dan mainan itu kemudian diberikan kepada Aisyah untuk keponakannya.

· Saat fahri merasa kerdil memiliki seorang istri yang kaya raya. Saat ia merasa tidak bisa memenuhi kenginan aisyah untuk tinggal di flat mewah. Saat fahri ditawarkan memilih salah satu kartu kredit milik Aisyah yang berisi jutaan dollar.

· Saat Fahri mengetahui bahwa istrinya hampir diperkosa, dan ia berkata:

“Kurang ajar! Akan kucari dan kubunuh keparat itu!” teriakku dengan mengepalkan tangan kuat-kuat. Bagiku kehormatan istriku adalah segala-galanya, jauh diatas kehormatan istriku sendiri. Kesucian istriku sama dengan kesucian kitab suci, tidak boleh ada seorang pun yang menodainya apalagi menginjak-injaknya. Kesucian istriku adalah nyawaku. Ketika ada orang yang berusaha menjamah kesuciannya maka nyawaku akan kupertaruhkan untuk membelanya. Seandainya aku punya seribu nyawa akan aku pertaruhkan semuanya untuk menjaga kesucian istriku tercinta. Mati seribu kali lebih ringan bagiku dari pada ada orang yang menjamah kesuciannya. Malaikat maut pun akan ku hajar jika dia mencoba-coba menodainya. Aku rela dijuluki apa saja untuk membela kesucian istriku tercinta.

Karakter fahri di novel begitu kuat bahwa ia sangat mencintai istrinya aisyah…

· Saat Fahri membaca buku harian maria dan ia baru mengetahui bahwa saat maria menjaga waktu ia dirawat di rumah sakit, ternyata maria benar-benar khawatir dan terus menciuminya.

· Saat fahri diminta untuk menyentuh maria guna menyadarkannya dari keadaan kritis, namun fahri menolaknya karena bukan muhrimnya. Dan madame nahed memintanya untuk menikahinya. Tapi ia tidak bisa melakukannya karena sebelumnya ada aisyah mensyaratkan untuk tidak dimadu. Kemudian madame nahed pun berbicara kepada aisyah untuk mengijinkan fahri menikah. Dan akhirnya aisyah setuju. Fahri pun dipaksa oleh istrinya agar menikahi maria karena aisyah sangat takut kalau anak yang dikandungnya nantinya tidak memiliki ayah. Kemudian setelah maria tersadar, fahri melihat aisyah sedang duduk sendirian di luar kamar pasien. Dan berkata:

“Kau menangis aisyah?”

Aisyah diam seribu bahasa seolah tidak mendengar pertanyaanku.

“Kau menyesal dengan keputusanmu?

Dia menggelengkan kepala.

“Kenapa kau menangis? Kau cemburu?”

Aisyah mengangguk. Aku memeluknya.”maafkan aku aisyah, semestinya kau tidak menkah denganku sehingga kau menderita seperti ini”

“Kau jangan berkata begitu fahri. Menikah denganmu adalah kebahagiaanku yang tiada duanya. Kau tidak bersalah apa-apa fahri. Tidak ada yang salah denganmu. Kau sudah berusaha melakukan hal yang menurutmu baik. Rasa cemburu itu wajar. Meskipun aku yang memaksamu menikahi maria. Tapi rasa cemburuku ketika kau berada dalam kamar dengannya itu datang begitu saja. Inilah cinta. Tanpa rasa cemburu cinta tiada.”

· Saat alicia kembali dari amerika dan memberi kabar kalau semua penjelasaannya dulu telah dibukukan dan menjadi best seller disana. Dan alicia meminta nomor rekening fahri untuk pengiriman honornya.

Mungkin itulah bagian yang seharusnya ada, tapi sayangnya di filmnya justru tidak ada. Dan lagi-lagi sebuah pernyataan timbul bahwa film dan novel adalah seni. Jadi masing-masing memiliki perbedaan. Tapi perbedaan disini begitu sangat jauh. Mungkin bagi beberapa pembaca atau penggemar novel ini merasa kecewa karena karakter di novel berbeda dengan yang ada di film. Karakter fahri dan aisyah di film tidak sesempurna di novel. Ternyata 13 buah draft naskah tidak serta merta meningkatkan kualitas filmnya.

Kenapa ini bisa terjadi? Dimana kesalahannya? Apakah di sutradara? Di Penulis Naskah Film ayat-ayat cinta? Apakah Kang Abik tidak ikut dalam pembuatan filmnya? Di perbedaan seni antara film dan novel? Apakah masalah durasi? Atau di para pembaca setia novel AAC yang terjebak dalam imajinasinya sehingga saat menonton filmnya tidak seperti yang diharapkan??

Beberapa komentar yang terdengar di sekitar saya mengatakan bahwa Film ayat-ayat cinta : “ah Cuma begitu doang”, “ah norak”. Kalau Komentar saya sendiri : “Inimah bukan Ayat-Ayat Cinta”

Apakah nantinya bagi penonton film ini yang belum membaca novelnya akan meremehkan novelnya juga, apakah nantinya film ngbooming, atau justru gagal dan apakah nantinya berdampak dari menurunkan penjualan novelnya? Cuma Allah yang tahu. JADI SEKALI LAGI ALUR FILMNYA HAMPIR BERBEDA JAUH DENGAN ISI NOVELNYA..

Entry filed under: film, novel. Tags: , , .

Sinopsis Novel Musafir Cinta

28 Comments Add your own

  • 1. widia  |  March 9, 2008 at 6:46 am

    tlog klo bs film ayat2 cinta pemeran fahri krg bgt menjiwai, tampangny trlalu playboy n aura seorang fahri tdk dpt.knp terlalu jauh perbedaannya dengan novelny? kalo boleh usul tolong di remake lagi dengan lebih serius dan agar pemilihan pemeran diperhatikan?!tq

  • 2. Sir Spitod  |  March 9, 2008 at 3:14 pm

    Masih kaget? Ini film, sudah jelas bukan mau dakwah. cuma cari duit..

  • 3. dantecurse  |  March 11, 2008 at 7:27 am

    siapa yang kaget??? emang ada yang ngagetin???

  • 4. imam  |  March 11, 2008 at 9:10 am

    pemeran fahri tidak cocok dengan konteks novelnya. jauh banget…terkesan kekanak-kanakan. ganti ya..

  • 5. phai  |  March 13, 2008 at 10:28 am

    Saya setuju..!!!!

    Sayang sekali….
    Sutradaranya gak nyeleksi Fahri-Fahri seIndonesia…
    Klo saya yg memerankan, kayaknya lebih cocok. Ho..ho..ho..

    Narsis abiz…..

  • 6. chi-cha & i7h4  |  March 19, 2008 at 5:16 am

    aq ska banget dengan filmnya..aq juga ska banget dengan cerita2 habiburahman alzirasih….kpan nie film berikutnya bakal d tampilkan………

  • 7. MCR  |  March 20, 2008 at 1:43 am

    qu ska bngt filmnya apalagi liat aisyah cuantik buanget
    Ngomong2 apa mao di buat Ayat2 cinta yg ke 2

  • 8. ovikmanizzz  |  March 26, 2008 at 10:59 am

    emank see agak bebeda ama novelnyaaaa,,,aq juga agak kecewaaaaaaa…….
    ne munkin salah sutradara kali yaaaaaa
    about pemainnya aku setujuuuuu coz ga ada yang salah udah gituuuu fahrinya manizzzzzzz banget gitu loooh
    tapi sekali lagi aq kecewa coz adegan di novel yang seruuuuuu seru banget koq ga ada eh…..adegan yang ga penting malah adaaaaaaaaa,,,,gondokkkkk ga seeeeeee!!!!!!!!!!

  • 9. HAFIDH  |  March 26, 2008 at 1:02 pm

    good !!!!!!!!!!

  • 10. aneh  |  April 5, 2008 at 5:19 am

    Film Aneh, ngga menarik. Film yang menyetujui poligami!!! hiks emangnya ngga ada co lain apa? otaknya pada pindah dikelamin semua… dasar pengejaran aneh… poligami dengan alasan dakwah… mana ada cewe yang mau diduain. Sok suci loe… film paling norak yang pernah gue tonton. Ini novel ngga lebih dari sampah. Tuh liad AA Gym… emang bisa poligami??? Jangan sok suci deh loe semua. Film ginian mah ngerusak mental bangsa.

  • 11. aneh  |  April 5, 2008 at 5:23 am

    . MCR | March 20, 2008 at 1:43 am

    qu ska bngt filmnya apalagi liat aisyah cuantik buanget
    Ngomong2 apa mao di buat Ayat2 cinta yg ke 2 >>>

    Hihi huahauahauhaua…. Kalau ada sekalian aja ayat2 cinta yang ke-10. Ntar istri-nya si fahri ada 30. Wkakakkakakakak. Ini mah ganti aja filmnya dengan judul “Gigolo berdakwah”. Gue rasa itu ada nilai seni dan bakal laris lebih dari ayat-ayat cinta. Munafik semua loe… Dasar otak pada di taruh dikelamin.

  • 12. Okta_ank pati  |  April 5, 2008 at 5:50 am

    Terlalu komersil filmnya…….
    maklum sih, film islami perdana,moga kedepan ad film yang lbh baik,g skdr nargetin jutaan penonton. moga next film-KCB bs lbh menjadi tontonan yang “menuntun”………….

  • 13. ngga setuju  |  April 6, 2008 at 6:22 am

    Gue adalah salah satu orang penentang poligami. Dengan alasan apapun poligami tidak dapat dibenarkan. karena semua-nya itu bukan memperbaiki keadaan. Banyak bukti orang yang berpoligami hanya berpura-pura rukun satu sama lainnya. Padahal disisi lain hati mereka terluka. Terutama bagi wanita-wanita yang di duakan hatinya. Mereka mungkin hanya bisa terdiam dan tidak bisa berontak, karena ini diajarkan dalam agama dan harus pasrah karena akan mendapat pahala kalau membiarkan suaminya berpoligami. Semua itu omong kosong belaka dan kenyataan-nya dalam masyarakat, seorang yang berpoligami itu didasar kan karena napsu birahi semata. Mungkin lain keadaannya kalau mau menolong murni, dia bisa menikah dengan nenek-nenek umur 92 tahun, yang membutuhkan kasih sayang, atau dengan seorang wanita yang menderita cacat atau penyakitan sehingga tidak ada laki-laki yang mau mendekatinya. Tapi pada kenyataannya, kebanyakan ini adalah istri muda, cantik dan membuat birahi meningkat. Belum lagi Bagaimana dengan tanggapan anak-anak mereka. Saya jamin keluarga tersebut keluarga yang Broken dan hancur. karena mereka (anak-anak) tidak melihat contoh yang baik dari bapaknya. Dan masih banyak lagi hal yang merugikan lainnya. Buat para pejabat yang sempat nonton film ini, ngga usah terharu nonton film ini. Kesedian yang ada adalah kesedihan yang timbul dari perbuatan mereka sendiri. Dunia ini kejam saudara ku! Banyak hal yang bisa saja terjadi dan diluar pemikiran kita. Lebih baik kita bersedih memikirkan bangsa ini. Percuma kalau berdakwah tapi tidak dimasukan dalam hati dan tidak dilaksanakan. Bangsa ini butuh pemulihan, bukan dongeng-dongeng yang mengenakan mata dan telinga, karena itu semua khayalan. cita-cita sih boleh, tapi apa tindakan kedepan. Banyak rakyat kita yang kelaparan, ngga punya rumah dan sebagainya. pikirkan itu. Maaf ini cuma tanggapan dari saya, kalau anda-anda tersinggung maafkan saya. Karena saya juga bukan lah orang yang sempurna. Semoga TUHAN memberkati dan memulihkan bangsa Indonesia. AMIN!

  • 14. ara  |  April 9, 2008 at 5:04 am

    film yang menurut aq kurang sukses dalm menyampaikan da’wah.
    jelas money oriented! da’wahnya dikit bgt.
    tokoh dalam film masih jauh dari karakter Fahri. pa lagi aisha-nya.
    seharusnya jgn di film aja, tapi di luar film harus bisa ,nggambarkan seorang ikhwan tulen. bukan SEPOTONG!!

    moga2 di film kedua “Ketika Cinta Bertasbih” yang bakal digarap Chaerul Umam lebih sukses dalm menyampaikan nilai2 da’wahnya dan kalo bisa Azzam di Film adalah Azzam dalam novel Kang Abik.
    Wallahu a’lam….

  • 15. perycantiq  |  April 10, 2008 at 6:32 am

    AAC???????
    filmnya bgs koq!
    Dan jujur,quh suka bgt ma jalan critanya yg walau pun berbeda jaauuuh ma crita dinovelnya…

    Dan lagi menurut aq AAC jauuuhh lebih best N bermutu ketimbang film2 yg horor yg ga jelas!!!!

    truz Novel ma Film mang ga bisa disamain mas!
    DAri Visual Sinematograpi novel susah buat difilmin!
    Jadi bukan melihat siapa memerankan tokoh siapa, tapi dengan menonton filmnya berarti melihat visualisasi fachri, aisha, dan maria.

    Yakni dimana saat …
    Saat fachri, dengan rasa manusiawinya ternyata dapat juga memperhatikan sosok wanita dengan rasa tertentu dan ketika menyadarinya langsung beristighfar (yang tidak ada di novelnya).
    Saat seorang aisha, dengan rasa manusiawinya ternyata juga bisa cemburu saat …..
    Saat seorang maria, dengan rasa manusiawinya mencurahkan perasaannya lewat …..
    Saat fachri, yang terbuka mata hatinya akan kesombongannya dan disadarkan oleh seorang …..
    Saat ending yang tidak ada di novel dituntaskan dalam visualisasi ketika …..

    Lam kenal……

  • 16. hidayat  |  April 11, 2008 at 8:23 am

    minta ceting

  • 17. SOEKARNO  |  April 25, 2008 at 8:31 am

    HERAN FILMNYA BISA LAKU
    PHDL LEBI KEREN KALO SAYA YG JD FAHRI

  • 18. Wanto  |  July 21, 2008 at 7:08 am

    AAC hanyalah bagian terkecil bahwa “boleh”nya poligami diperlukan….. yang jelas manusia itu diciptakan Tuhan (ALLAH) dan sudah seharusnya aturan yang absolut benar adalah aturan yang dibuat oleh penciptnya. Tidak mungkin dan tidak pernah ada suatu barang bisa membuat aturan untuk dirinya sendiri.!!!

  • 19. bantumi  |  August 23, 2008 at 2:24 pm

    hai, sinopsismu bagus juga. eh, kunjungi blog cerpen punyaku ya. nanti kamu bisa kirim cerpen keblog ku gratis.
    kalau bisa kita bisa kerja sama menaruh link. aku akan menaruh linkmu di blogku dan kamu menaruh link ku di blog mu. kalau boleh hubungi christianyohanes73@yahoo.co.id

    blog ku :
    http://www.bantumi.wordpress.com

  • 20. kafirun  |  September 1, 2008 at 12:02 pm

    bagi gw filmx ngehe semua ga ada yang mutu, mo film apa kek film ini kek,,,film bangsa kita tuh ga ada yang mutu, bisanya poligami (maaf) (mentingin ngentot) dari pada perasaan.
    dasar otak” kelamin semua.

  • 21. Juvper  |  December 20, 2008 at 12:20 pm

    Ah hanya orang bego yang bilang novel ama Film Ayat2 cinta itu katro/kampungan…….
    Justru…. Film Ini luar biasa
    emang lumayan beda dengan Novelnya tapi Filmnya tetap menarik dan tidak terlalu jauh dari novelnya menurutku….
    hanya dipotong saja beberapa bagian…. ya itu mungkin karna durasi Film terbatas…..
    Film yang berisi muatan agama aja dibilang katro….
    tapi kalo Film berbau sex komedi yang mendatangkan kemaksiatan aja… tidak dikomentari…
    apalagi Film2 horor yang jauh dari nilai2 agama…. yang hanya mendekatkan diri pada kemusyrikan dan Syirik kepada ALLAH SWT

  • 22. Juvper  |  December 20, 2008 at 12:33 pm

    BEgo aja oran yang bilang Film AAC hanya cari Money & kurang nilai dakwahnya……. yaiyalah tiap Pembuatan Film Juga Pasti yang dicari Moneynya

  • 23. http://lifemusafir.blogspot.com  |  November 24, 2009 at 2:33 pm

    Salam dari Malaysia

    Saya amat kecewa sekali menonton cerita ayat2 cinta. Benar2 berbeza dari bukunya. Watak aisyah nyata tidak cocok dengan purdahnya, gampang sekali dia memarahi suaminya fahri kononnya dia curang tanpa usul periksa. Walhal, aisyah dalam buku ternyata seorang isteri yang sangat tabah, setia dan yakin dengan suaminya. Dia tidak mudah percaya dengan tipu daya manusia sebaliknya jadi tunjang kekuatan kepada suami. Jadi bagiku, sama seperti penulis blog.. Ini bukan ayat-ayat cinta! Sekadar nama sahaja yang sama!

  • 24. F_3FUNNY  |  December 30, 2009 at 1:38 pm

    FILMx buuuuuuuuuuuuuaaaaaaaggguuuuuuzzzzzzzzz?
    bgd ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,?///?/
    aq udh nnton b’kli2 tp ttp aja ktghan,
    chayo duech,tk tnggu crita slnjutx………………….

  • 25. baby mama  |  August 30, 2010 at 5:52 am

    EMM!!, KO CERITANYA SEDIH C
    TAPINYA CERITANYA BGS JUGA YEH…………………….

  • 26. Anonymous  |  November 22, 2010 at 7:35 am

    PE2K

  • 27. nda  |  March 30, 2011 at 3:28 pm

    Kalo ada kesempatan dan rezeki, mohon kang abik buat film AAC menurut versi novel kang abik, sehingga banyak ilmu dakwah yg diajarkan dari film itu,dari pada memperpanjang sinetron KCB bagus buat Film AAC, dan tampilkan semua yg tidak ada di film AAC versi Hanung.Saya mendukung perjuangan kang abik dan menghargai karya AAC kang Abik.Mudah2an kang Abik terus berkarya dan jangan patah smangat dgn AAC. satu lagi kang abik, publik pasti sangat merindukan film dakwah islam,bukan kepentingan Hanung yg tidak jelas maksudnya mengutakatik novel AAC sehingga terkesan tidak menghargai penulis.

  • 28. Anton  |  July 18, 2013 at 6:04 am

    wah belum pernah baca novel dan liat filmnya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 331,364 hits
March 2008
M T W T F S S
« Feb    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Dukunganku Untuk :

Image Image

%d bloggers like this: