Rp3 ribu Vs Rp 3 Miliar (KISAH NYATA)

August 14, 2007 at 1:53 am 8 comments

Wah, kali ini saya punya cerita yang bagi saya sangat menarik. Kira-kira menurut kalian tokoh bapak dalam kisah ini termasuk “ Manusia Hemat atau Manusia Super Duper Pelit” ? Oh ya, ini kisah nyata loh…

Kisah ini berawal dari sini. Ada seorang anak dari seorang pengusaha yang bagi saya sih cukup kaya. Suatu hari sang anak disuruh sang bapak untuk membeli dua buah asbes ukuran 150 dan paku payung.

Anak tersebut dengan cepat segera menghubungi sebuah toko matrial ( sebut saja toko arab) yang tidak lain toko kepunytaan orang tua temannya. Setelah memesan melalu telepon, sang bapak menanyakan harga dari barang tersebut. Otomatis sang anak tidak tahu karena ia hanya ditugaskan memesan barang. Sang bapak pun dengan sedikit emosi memarahi sang anak.

“Kenapa kamu tidak nanya dulu, kamu tadi mesen di toko arab? Kenapa nggak di toko cina aja, kanlebih murah. Paling tidak selisih 5000.” Kata sang bapak.

Sang anak pun diam saja. Kemudian sang anak disuruh mendatangi toko arab tempat tadi dia memesan. Wah, sesampai disana, bon sudah situlis dan sedang disapkan untuk di antar. Sang anak pun menanyakan harga dari asbes tersebut. Weleh-weleh, harganya Rp48.000, selisih 3000 rupiah dari toko cina yang merupakan langganan bapaknya. Wah bingung nih, mau dibatalin, tapi bon udah ditulis. Apalagi yang punya toko matrial arab tersebut merupakan orang tua dari sahabat dekatnya dulu. Wah gimana dong, kan malu kalo harus di-cancel.

Oke kalo gitu sang anak memutuskan untuk tetap membeli asbes tersebut dengan harga 48 ribu. Kan Cuma selisih 3000 doang.

Sesampai dirumah bukan main sang bapak malah ngomelin sang anak karena persoalan selisih 3 ribu tadi. Padalah kalo saya liat sang bapak tersebut bisa dibilang kaya. Sang bapak tersebut memiliki 7 buah mobil, 3 buah bis, 10 rumah kontrakan, dan juga memiliki rumah pribadi serta tanah yang tersebar di kota jakarta, solo, maupun kota magetan. Pokoknya kira-kira kalo dijumlah harta kekayaannya bisa mencapai 3 Miliar rupiah. Weleh-weleh.

Memang sih sejarahnya dulu sang bapak memang orang yang sangat sederhana. Ke jakarta aja tidak punya apa-apa. Tapi kini bisa dibilang dia punya segalanya. Bagaimana dengan agama atau imannya? Dia juga udah naik haji.. wah-wah.

Apa karena faktor masa lalu sehingga dia jadi seperti itu? Tapi walaupun begitu bagi saya sang bapak ini termasuk orang yang super duper pelit. Mungkin karena pelitnya itu mungkin dia bisa kaya raya…

Menurut kamu gimana ?

Entry filed under: cerpen, diary, opini, Uncategorized. Tags: .

Ost / Soundtrack Fullhouse Sinopsis Novel : LIMA SEKAWAN “Rahasia Harta Karun”

8 Comments Add your own

  • 1. dante  |  August 16, 2007 at 4:36 am

    oh,biar nggak salah sangka, tokoh anak di atas bukan saya lohhh.

  • 2. spitod  |  August 16, 2007 at 2:52 pm

    Kita jangan bilang dia pelit, mungkin ini justru karena kita belum bisa mengapresiasi uang seperti dia.

  • […] 16 Agustus, 2007 Posted by spitod in Interes-Things, Contemplation. trackback Baru tadi saya baca postingan pren saya si dante, dan jadi ingat kisah berikut. Walau mungkin terkesan seperti dongeng, tapi ini […]

  • 4. jaya  |  June 26, 2008 at 5:53 am

    Gila donk tuch si bapa, kasian anaknya, ga mesti gitu amat kali. dah biar anaknya ga di marihin lagi gw yang ganti tu duit yang 3 rebu perak.
    taw biar seneng gw tambahin jadi 10 rebu biar tu bapa tambah kaya…………..

  • 5. ita  |  February 19, 2013 at 2:57 am

    memang ada orang tua kayak gitu hartanya mau di bawa mati mungkin. saya juga gitu harta orang tua saya 4 milyar ada tapi tak mau beri modal kepada saya yang mau buka usaha. bagaimana saya mau memperhatikan orang tua gituan tak ada kasih sayang sama anak bisa bisanya orang tua kaya harta tapi anak orang miskin. orang tua yang kaya banyak membantu anaknya berkorban demi anak. saya sendiri sangat miskin tak punya apa apa.

  • 6. rista marpaung  |  February 19, 2013 at 3:00 am

    memang ada orang tua kayak gitu hartanya mau di bawa mati mungkin. saya juga gitu harta orang tua saya 4 milyar ada tapi tak mau beri modal kepada saya yang mau buka usaha. bagaimana saya mau memperhatikan orang tua gituan tak ada kasih sayang sama anak bisa bisanya orang tua kaya harta tapi anak orang miskin. orang tua yang kaya banyak membantu anaknya berkorban demi anak. saya sendiri sangat miskin tak punya apa apa.

  • 7. Anonymous  |  March 27, 2016 at 2:35 pm

    ternyata banyak juga yg senasib dengan saya…

  • 8. BOY  |  April 14, 2016 at 11:25 am

    PENGALAMAN : dulu saat saya msh kerja dan punya uang bnyk. Saudara saudara saya pada nganggur. Saya merasa kasihan kpd mrk. Saya kdng memberi pakaian, sepatu kpd mrk. Saya juga kdng mentraktir mrk. Tapi sekarang saya nganggur dan tdk punya uang. Saudara saudara saya sdh pada kerja dan jadi org sukses. Mrk ternyata sombong dan pelit kpd saya. Saya ingin ikut kerja kpd mrk, mrk tdk memperbolehkan saya. Saya pinjam uang kpd mrk tp tdk diberi. Dulu saat saudara saya msh miskin, dia dimusuhi dan diremehkan kerabat2 nya. Tp saya yg paling merasa kasihan kpd dia dan saya tdk pernah meremehkan dia. Tp stlh dia jd org sukses, dia malah akrab dg kerabat2 nya yg dulu memusuhi dia dan meremehkan dia. Saya yg dulu paling simpati dg dia dan tdk pernah meremehkan dia. Tp saya malah dijauhi saya dia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 331,364 hits
August 2007
M T W T F S S
« Jul   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Dukunganku Untuk :

Image Image

%d bloggers like this: